KUDUS –ANTARA MURIA- Menghadapi pesatnya era Society 5.0, Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Kudus menggelar Sarasehan Spesial Hari Santri di RM Ulam Sari, Kudus, Rabu (21/10/2026).
Mengusung tema “Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Jihad Santri di Era Society 5.0”, forum ini menegaskan pentingnya penguasaan teknologi bagi santri modern.
Ketua Panitia, Arum Nugroho, M.M., mengungkapkan bahwa sarasehan ini menjadi wadah dialektika bagi para sarjana NU di Kudus untuk merumuskan langkah nyata.
“Di era digital ini, kecakapan spiritual saja tidak cukup. Santri dan sarjana NU harus adaptif terhadap digitalisasi tanpa mencabut akar nilai luhur Pancasila,” terangnya.
Sementara itu, Ketua PC ISNU Kudus, Muhammadun, M.M., menegaskan bahwa makna jihad santri kini telah bergeser dari perjuangan fisik ke perjuangan intelektual. Menurutnya, medan pertempuran hari ini berada di ruang digital.
”Pancasila dan paham Ahlussunnah wal Jama’ah adalah kompas kita. ISNU Kudus siap menjadi garda terdepan menggerakkan santri untuk melawan radikalisme digital, hoaks, dan kemiskinan ekstrem melalui solusi berbasis teknologi,” ujar Muhammadun.
Disetir oleh moderator Moh. Arifin, M.Pd., diskusi menghadirkan Dr. Muhammad Rikza Muqtada, M.Hum. Selaku narasumber, Dr. Rikza menyoroti bahwa perkembangan Artificial Intelligence (AI) membutuhkan fondasi etika yang kuat agar tetap memanusiakan manusia.
”Jihad santri saat ini mencakup literasi, ekonomi, dan teknologi. Ketika AI makin dominan, santri harus hadir mewarnai ruang siber dengan narasi yang menyejukkan, toleran (tawasuth), dan adil (‘adalah),” tegas Dr. Rikza.
Sarasehan diakhiri dengan perumusan rekomendasi strategis internal PC ISNU Kudus untuk menyusun program kerja berbasis digitalisasi ke depan.














